Friday , 15 December 2017
Home » CATATAN KEHIDUPAN » TERUNTUK YANG TERCINTA, BUAH HATI MAMA
TERUNTUK YANG TERCINTA, BUAH HATI MAMA

TERUNTUK YANG TERCINTA, BUAH HATI MAMA

Salam sayang…

Apa kabarmu nak? Mama dan ayah selalu berdoa semoga semuanya baik-baik saja di sana.
Nak, ketika kamu membaca surat ini, itu artinya kamu sedang nan jauh di sana, di negara orang, sedang berjuang dengan sekuat tenaga untuk merenggut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, untuk nanti kau bawa pulang dan kau bagikan dengan adik-adik dan masyarakatmu di sini. Nak, saat kau membaca tulisan ini, itu berarti kau sedang menghadapi rintangan yang membuatmu nyaris tepar, hingga kamu mengadu “ma, kami enggak sanggup lagi.”

Nak, dengarlah. Kenapa mama sengaja mengirimkan surat ini untukmu saat kau sedang dirudung begitu banyak masalah dan kau merasa ingin menyerah? Karena, saat mama menulis tulisan ini, mama persis berada pada posisi yang sama. Mama sedang betul-betul dihimpit persoalan yang bertubi-tubi harus diselesaikan, begitu banyak hal yang harus dipikirkan, dalam waktu yang bersamaan, tapi kesediaan waktu yang ada sungguh terbatas. Dan juga, umur mama persis seperti umurmu sekarang, masih muda dan masih labil-labilnya, masih 21.
Nak, saat mama menulis tulisan ini, mama sedang berada dalam kondisi yang persis sama denganmu, “mama tak kuat lagi. Mama ingin menyerah saja dan hidup selayaknya gadis-gadis biasa yang kesehariannya hanya mempercantik diri dan bermain kesana kemari. Mama ingin berhenti. Tak kuat sayang. Tak kuaaaatttt. Rasanya kepala hendak pecah. Sebagus apapun yang mama lakukan, pasti ada saja yang merudung menjatuhkan, apalagi jika mama tidak berbuat apa-apa, mama diinjak-injak.” kamu pasti tahu bagaimana rasanya kan?

Tapi nak, tahukah kamu, kenapa hingga saat ini, meski mata seperti hendak keluar dari tempurungnya, meski kepala sudah terasa seberat gunung, meski kaki sejenis tak lagi bisa berdiri, tapi mama tetap berusaha tersenyum, meski harus merangkak, meski hanya tangan saja yang masih bisa bergerak, mama tetap tidak akan menyerah? Sama sekali tidak akan pernah menyerah?

Tahukah kamu kenapa sayang? Tahukan untuk siapa semua ini mama lakukan? Tentu jawabannya tidak ada lain adalah untuk kalian cinta, untuk kesuksesan kalian. Dulu, mama sedikit pun tidak open masalah kalian, wong umur mama masih sangat muda. Jangankan memikirkan kalian, memikirkan siapa yang akan jadi ayah kalian saja mama masih belum ada bayangan. Tapi, beberapa bulan yang lalu, ditengah suntuk-suntuknya hidup dan banyaknya undangan pernikahan teman, mama sempat berceloteh ke bunda sarah “pit, seru ya kalau kita punya suami yang pintar, baik dan keren.” Eh, bukannya mendukung perkataan mama, dia malah berujar lain “aku kog enggak kepikir kesitu ya nul, aku malah kepikir, aku pengen punya anak yang pintar-pintar.” Jedeng-jedeng, ternyata cita-cita dia jauh lebih ke depan dari mama. Mama pengen punya suami yang sholeh, eh dia malah pengen punya anak yang sholeh dan sholehah.

Nah, mulai saat itu, mama mulai melempar sedikit lebih jauh cita-cita mama. Mama ingin punya anak-anak yang sehat, cerdas, hebat, sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, dan paling penting juga berguna bagi sesama. Hanya saja, saat mama baca ulang cita-cita mama yang satu ini, kog kesannya berat sekali ya, mana mama bercita-cita punya 10 penerus lagi. Tentu bukan perkara sepele dan remeh temeh. Namun, kemudian, pertanyaan pertama yang muncul dibenak mama adalah mungkinkah?

Mama jadi teringat pesan nek buk mu sayang, “buah jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya.” Dan nek buk sungguh sering berujar, “ayah bodoh, anak masih berkemungkinan pandai, jika mamanya pandai. Tapi, mama bodoh tidak akan mampu melahirkan anak-anak yang pandai, meskipun ayahnya pandai.” Entah dari penelitian mana nek buk mu merujuk, yang jelas, sejauh pemantauan mama sekarang, hampir 80% itu benar adanya.

Karenanya, mama jadi sadar, jika  mama ingin kalian tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, hebat, sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua dan berguna bagi sesama, tentu orang pertama yang harus menjadi seperti itu adalah mama sendiri, bukan orang lain. Dan itu tidak bisa diganggu gugat. Itulah kenapa sayang, meski darah hanya tinggal setetes lagi yang tersisa di nadi mama, mama tetap tidak akan berhenti berusaha mengejar cita-cita mama, meski ia setinggi langit, meski ia di gugus bintang sana. Karena mama tahu, jika mama menyerah, kalian juga akan mewariskan mental pengecut begitu. Dan jika itu terjadi, mama tidak akan pernah bisa memaafkan diri mama sendiri.

Nak, jika mama saja yang selemah ini mampu melewati masa-masa sesulit ini dengan sukses dan bijaksana, jika mama saja mampu mengejar cita-cita mama semuanya, tentu kalian akan jauh lebih bisa dari mama, karena kalian jauh lebih hebat dari mama. Karena mama telah mempersiapkan kalian dari sekarang sayang. Mama telah menjaga kalian dan mendidik kalian sejak sekarang, dengan cara mama menjaga dan mendidik diri mama sendiri supaya mama bisa menjadi mama yang baik untuk kalian. Begitu juga dengan hal berbakti pada orang tua, selayaknya mama yang menginginkan kalian untuk menjadi anak yang berbakti pada mama dan ayah dan sayang akan keluarga, tentu mama juga sudah dengan sekuat tenaga berbakti pada nek buk dan chik abu mu, juga sudah sekuat tenaga menjaga dan menyayangi keluarga mama saat ini.

Karena, satu hal yang mama tahu, bahagia berawal dari keluarga sayang. Sayangi keluarga! Disitulah bahagia nak! Satu hal yang jangan pernah lupa cinta, ingatlah selalu pada yang Maha pencipta dan mencinta, Allah, karena kepadaNya lah mama menitipkan setiap doa kebaikan untuk kalian, jadi jangan sia-siakan doa mama nak.

Therefore, keep spirit dear. You can do it. Keep silent, work hard, and pray! I like you for always, I love you forever, as long as I live your mommy I’ll be.
Ttd. Mamamu

Yang baru berusia 21. Kondisi semangat dan badan, sejenis “hidup segan mati tak mau,” semua nyaris babak belur nak. Semua deadline menari-nari di depan mata, sedang hanya satu badan yang mama punya. Semua perasaan bercampur aduk, antara kesal, bersemangat, juga khawatir berlebihan. Semuanya kacau.  :( Waktu Miruek Lam Reudeup.

the next destination, before traveling around the world. aamiin :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.